• Home
  • About
  • Subscribe to my RSS
  • @bprijambudi on Twitter
  • comments
  • Home
  • Profil Penyair
    • Indonesia
    • Persia
    • Dunia
    • Sufi
  • Puisi Penyair
    • Indonesia
      • Hamzah Al-Fansuri
      • Chairil Anwar
      • W.S. Rendra
      • Taufiq Ismail
    • Dunia
      • Fariduddin Attar
      • Jalaluddin Rumi
      • Rabiah Al-Adawiyah Al-Bashriah
      • Khalil Gibran
    • Sufi
      • Fariduddin Attar
      • Jalaluddin Rumi
      • Rabiah Al-Adawiyah Al-Bashriah
  • Network
    • baguslagu
    • baguskata
    • bagustivi
    • bagusaudio
    • bagusradio
    • bagusvideo
    • bagusdoa
    • bagusngaji
You are here : Home »
Showing posts with label Fariduddin Attar. Show all posts
Telah kau tunjukkan tanda untuk mengenal-Mu,

Kau adalah segala yang meliputi ciptaan ini,

Segala yang kulihat, tapi jiwa dalam tubuh,

Terhalang buat menatap-Mu,

Dan kau sembunyikan diri-Mu dalam jiwa suci,

O jiwa dalam jiwa! Rahasia dalam rahasia!

Segala yang ada ini ada dalam kau,

Namun, kau lebih dari segala ini.
Bebaskan dirimu dari segala yang kaumiliki

Campakkan semua dari sisimu satu demi satu

Lantas asingkan dirimu secara rohani dari dunia

Apabila batinmu telah menyatu dengan kefakiran

Kau akan bebas dari kebaikan dan keburukan

Dan jika kebaikan dan keburukan telah kaulalui

Kau akan menjadi seorang pencinta
Melalui kesukaran dan kehinaan jiwanya burung-burung itu pun susut

Lantas hapus (fana'), sedangkan tubuh mereka menjelma debu

Setelah dimurnikan maka mereka pun menerima hidup baru

Dari limpahan Cahaya Tuhan di hadirat-Nya

Sekali lagi mereka menjadi hamba-hamba- Nya dengan jiwa segar

Sekali lagi di jalan lain mereka binasa dalam ketakjuban

Perbuatan dan diam mereka di masa lalu telah dienyahkan

Dan disingkirkan dari lubuk hati serta dada mereka

Matahari Kehampiran bersinar terang dari diri mereka

Jiwa mereka diterangi semua oleh cahanya

Dalam pantulan wajah tiga puluh (si-murgh)

Mereka lantas menyaksikan wajah Simurgh yang sebenarnya
Apabila mereka memandang, yang tampak hanya Simurgh:

Tak diragukan Simurgh ialah tiga puluh ekor burung

Semua bingung penuh keheranan, tak tahu apa mereka ini atau itu.

Mereka memandang diri mereka tak lain adalah Simurgh.
Rendah hatilah dan tirulah sifat diamnya emas
dengan sabar melangkahlah di jalan itu
nanti datang padamu buah kesabaran,

Kunci emas yang akan membuka gerbang
fikirkan Tuhan dengan sabar
maka kau pun akan menemukanNya di hakikatmu.
Older Posts Home
  • Terkini
  • Komentar
Twitter
Design and Maintenance By txb4.com

Video

Penyair

Abdul Hadi Widji Muthari (24) Abdurrahman Jami (1) Abu Nawas (1) Abu Tanam (1) Aidh al-Qarni (2) Aisyah ra. (2) Al Futuhat (1) Al Ghazali (1) Al Muktashim (2) Ali Bin Abi Thalib. (1) An-Niffari (3) As-Sadi Asy-Syairazi (1) As-Sanai (6) Asy Syafii (13) BJ Habibie (2) Bung Karno (4) Chairil Anwar (72) Dorothy Law Nolte (2) Elia Abu Madhi (1) Fariduddin Attar (4) Gabriela Mistral (1) HAMKA (6) Hafiz (5) Hamzah Al-Fansuri (5) Hasan al Basri (1) Ibn ‘Arabi (2) Ibnu Sina (1) Imam Bukhari (1) Jalaluddin Rumi (108) KH. Abdurrahman Wahid (1) Khalil Gibran (62) Muhammad Iqbal (7) Mustofa Bisri (6) Rabiah (21) Sunan Bonang (2) Sunan Kalijaga (1) Taufiq Ismail (38) Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah bin Mas’ud (1) Umar Khayyam (17) Unknown (2) WS Rendra (23) Yunus Emre (16)

Hamka

Hamzah Al-Fansuri

As-Sanai

Sunan Bonang

Sunan Kalijaga

Page

  • Home
  • About

Network

  • txb4.com
  • baguus.com

Blogroll

  • baguslagu
  • bagustivi
  • baguskata
  • bagusradio
  • bagusaudio
  • bagusvideo
  • bagusdoa
  • bagusngaji

Photos and Graphics on Flickr

Welcome


Puisi adalah ragam sastra yg bahasanya bisa terikat atau tidak oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait; atau gubahan dl bahasa yg bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus.


Puisi, Puisi & Puisi


Puisi (dari bahasa Yunani kuno: ποιέω/ποιῶ (poiéo/poió) = I create) adalah seni tertulis di mana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya.



Kumpulan puisi penyair populer yang banyak mengandung makna menyikapi rasa, hati, dan jiwa. Hidup tanpa puisi bagai cinta tanpa jiwa

Populer (Last 7 days)

  • Bekalku memang masih sedikit Sedang aku belum melihat tujuanku
  • Syair-Syair Erotis Ibn Arabi
  • Sebuah kamar - Chairil Anwar
  • Karena Cinta - Jalaluddin Rumi
  • Utuy Tatang Sontani
  • Dari catatan seorang demonstran - Taufiq Ismail
  • Trisno Sumardjo
  • Andai cintaku
  • La strada atau jalan terpanggang ini - Taufiq Ismail
  • Dia tidak di tempat lain - Jalaluddin Rumi

Total Pageviews

Mutiara kata

Puisi bukanlah pendapat yang dinyatakan. Ia adalah lagu yang muncul daripada luka yang berdarah atau mulut yang tersenyum. (Khalil Gibran)
  • Chairil Anwar
  • Taufiq Ismail
  • Rendra
  • RUMI
  • GIBRAN
© 2011 - bagus prijambudi
Home